Makluman

Laman perkongsian ilmu, pemurnian akidah, membanteras perbomohan, tolong menolong dan perubatan alternatif menurut Islam dan tradisional untuk mencari redha Allah SWT
Free Image Hosting

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ pembaca mukmin sekelian

.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Selamat datang ke Laman Emjay. Selamat membaca dan semoga Allah memberikan taufik, hidayah, rahmat dan berkat kepada para pembaca sekelian.

Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (iaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.

Sunday, 4 March 2007

Perbahasan menarik berkaitan menggantung gambar

Perbahasan tentang menggantung gambar

Assalamualaikum wbh
Bersama ini saya kemukakan 3 pandangan yang terbaik untuk dijadikan panduan tentang hukum menggantung gambar.

                                                                                                                                                                              
SOALAN

Assalamualaikum
1.    Apakah hukumnya menggantung gambar penuh atau separuh di dalam rumah ?
2.    Adakah Nas ataupun hadis yg sahih menerangkan pekara ini?
Kesudian Pihak Ustaz Untuk Menjawab saya ucapan terima kasih :srug

JAWAPAN

:salam

Terima kasih kpd sdr Yurizal dgn soalannya kali ini iaitu berkisar mengenai subjek gambar/fotografi. Secara umumnya hukum gambar ini terbahagi kepada dua pendpt:

1) Haram secara mutlak kecuali dharurat seperti gambar IC, Passport dan seumpamanya. Pendapat ini disokong oleh Sheikh Ibn bin Bazz.

2) Harus yang difatwakan oleh Syekh Muhammad Bakhit, Mufti Mesir dan disokong oleh Dr Yusuf al-Qaradawi.


Pendapat haramnya gambar itu berlandaskan dalil berikut:
Ali bin Abu Talib juga berkata, "Rasulullah s.a.w. dalam (melawat) suatu jenazah ia bersabda: Siapakah di kalangan kamu yang akan pergi ke Madinah, maka jangan biarkan di sana satupun berhala kecuali harus kamu hancurkan, dan jangan ada satupun kubur (yang bercungkup) melainkan harus kamu ratakan dia, dan jangan ada satupun gambar kecuali harus kamu hapus dia? Kemudian ada seorang laki-laki berkata: Saya! Ya, Rasulullah! Lantas ia memanggil penduduk Madinah, dan pergilah si laki-laki tersebut. Kemudian ia kembali dan berkata: Saya tidak akan membiarkan satupun berhala kecuali saya hancurkan dia, dan tidak akan ada satupun kuburan (yang bercungkup) kecuali saya ratakan dia dan tidak ada satupun gambar kecuali saya hapus dia. Kemudian Rasulullah bersabda: Barangsiapa kembali kepada salah satu dari yang tersebut maka sungguh ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad s.a.w." (Riwayat Ahmad; dan berkata Munziri: Insya Allah sanadnya baik)

Manakala pendapat kedua iaitu harus, Dr Yusuf al-Qaradawi megatakan bhw apa yg pasti dilarang adalah gambar-gambar yang dipahat atau dilukis dan kemudiannya diagungkan. Juga termasuk gambar yg diharamkan adalah gambar yg dibuat utk menandingi ciptaan Allah. Ini berdasarkan hadis berikut:

"Masuklah! Tetapi Jibril menjawab: Bagaimana saya masuk, sedang di dalam rumahmu itu ada korden yang penuh gambar! Tetapi kalau kamu tetap akan memakainya, maka putuskanlah kepalanya atau potonglah untuk dibuat bantal atau buatlah tikar." (Riwayat Nasa'i dan Ibnu Hibban)

Dari hadis di atas, maka boleh dibuat kesimpulan bahawa gambar yg dipotong/dihinakan bolehlah dimanfaatkan. Namun begitu, bolehkah gambar yg dimaksudkan dalam hadis di atas boleh diqiaskan kpd gambar fotografi yg diambil dgn menggunakan kamera atau videocam. Dr Yusuf al-Qaradawi menerangkan bahawa kalau illatnya itu tidak ada, yang dihukumpun(ma'lulnya) tidak ada. Oleh yang demkian gambar yg diambil melalui kamera itu hukumnya harus. Dr Nasih Ulwan mengatakan keharusan ini dihubungkan dengan tujuan pergambaran itu. Jika ia untuk tujuan yg baik dan kebajikan, maka haruslah ia.

Adapun hadis yg diriwayatkan oleh Ali bin Abu Talib di atas, gambar yg dimaksudkan adalah kerana gambar-gambar/patung-patung tersebut adalah lambang kemusyrikan jahiliah yang oleh Rasulullah sangat dihajatkan kota Madinah supaya bersih dari pengaruh-pengaruhnya.
Maka berdasarkan keterangan ringkas di atas, kami(al-Ahkam) memilih pendapat Dr Yusuf al-Qaradawi. Walaupun hukum gambar fotografi ini harus, namun keharusannya bersyarat. Berikut kita sertakan kesimpulan hukum gambar(Dari fotografi dan juga lain2) oleh Dr Yusuf al-Qaradawi:
1.    Macam-macam gambar yang sangat diharamkan ialah gambar-gambar yang disembah selain Allah, seperti Isa al-Masih dalam agama Kristen. Gambar seperti ini dapat membawa pelukisnya menjadi kufur, kalau dia lakukan hal itu dengan pengetahuan dan kesengajaan.
2.    Begitu juga pemahat-pemahat patung, dosanya akan sangat besar apabila dimaksudkan untuk diagung-agungkan dengan cara apapun. Termasuk juga terlibat dalam dosa, orang-orang yang bersekutu dalam hal tersebut.
3.    Termasuk dosa juga, orang-orang yang melukis sesuatu yang tidak disembah, tetapi bertujuan untuk menandingi ciptaan Allah. Yakni dia beranggapan, bahwa dia dapat mencipta jenis baru dan membuat seperti pembuatan Allah. Kalau begitu keadaannya dia bisa menjadi kufur. Dan ini tergantung kepada niat si pelukisnya itu sendiri.
4.    Di bawah lagi patung-patung yang tidak disembah, tetapi termasuk yang diagung-agungkan, seperti patung raja-raja, kepala negara, para pemimpin dan sebagainya yang dianggap keabadian mereka itu dengan didirikan monumen-monumen yang dibangun di lapangan-lapangan dan sebagainya. Dosanya sama saja, baik patung itu satu badan penuh atau setengah badan.
5.    Di bawahnya lagi ialah patung-patung binatang dengan tidak ada maksud untuk disucikan atau diagung-agungkan, dikecualikan patung mainan anak-anak dan yang tersebut dari bahan makanan seperti manisan dan sebagainya.
6.    Selanjutnya ialah gambar-gambar di pagan yang oleh pelukisnya atau pemiliknya sengaja diagung-agungkan seperti gambar para penguasa dan pemimpin, lebih-lebih kalau gambar-gambar itu dipancangkan dan digantung. Lebih kuat lagi haramnya apabila yang digambar itu orang-orang zalim, ahli-ahli fasik dan golongan anti Tuhan. Mengagungkan mereka ini berarti telah meruntuhkan Islam.
7.    Di bawah itu ialah gambar binatang-binatang dengan tidak ada maksud diagung-agungkan, tetapi dianggap suatu manifestasi pemborosan. Misalnya gambar gambar di dinding dan sebagainya. Ini hanya masuk yang dimakruhkan.
8.    Adapun gambar-gambar pemandangan, misalnya pohon-pohonan, korma, lautan, perahu, gunung dan sebagainya, maka ini tidak dosa samasekali baik si pelukisnya ataupun yang menyimpannya, selama gambar-gambar tersebut tidak melupakan ibadah dan tidak sampai kepada pemborosan. Kalau sampai demikian, hukumnya makruh.
9.    Adapun fotografi, pada prinsipnya mubah, selama tidak mengandung objek yang diharamkan, seperti disucikan oleh pemiliknya secara keagamaan atau disanjung-sanjung secara keduniaan. Lebih-lebih kalau yang disanjung-sanjung itu justru orang-orang kafir dan ahli-ahli fasik, misalnya golongan penyembah berhala, komunis dan seniman-seniman yang telah menyimpang.
10. Terakhir, apabila patung dan gambar yang diharamkan itu bentuknya diubah atau direndahkan (dalam bentuk gambar), maka dapat pindah dari lingkungan haram menjadi halal. Seperti gambar-gambar di lantai yang biasa diinjak oleh kaki dan sandal.

:wassalam

Rujukan
Halal dan Haram dalam Islam
Oleh Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi
http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/Halal/2039.html



94 - Larangan Membuat & Menggantung Gambar

Larangan Membuat & Menggantung Gambar

Berkenaan dengan larangan membuat atau menggantung (menayangkan) gambar-gambar dari lukisan atau yang seumpamanya adalah dapat diperhatikan dengan baik daripada banyak hadis-hadis Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam (s.a.w.) yang sahih. Berikut dibawakan sebahagian daripadanya berserta beberapa fatwa ulama berkenaan dengannya.

Ancaman Kepada Pembuat/Pelukis Gambar:

Orang yang paling mendapat siksa pada hari kiamat adalah para pembuat gambar (pelukis/pengukir). (Hadis Riwayat al-Bukhari dalam Kitab Pakaian (al-Libas), 5959. Muslim dalam bab yang sama, 2109)

Daripada ‘Aun bin Abu Juhaifa, Ayahnya menyatakan, “Nabi melarang mengambil duit jual beli anjing dan darah, melarang kerja-kerja membuat tatoo dan mentatoo diri, melarang menerima atau memberi riba, dan juga mencela pembuat gambar”. (Hadis Riwayat al-Bukhari, Kitab Jual Beli (3/34), no. 299)

Daripada ‘Aisyah dia menjelaskan, “Aku membeli sebuah bantal bergambar. Apabila Rasulullah melihat ia, dia berdiri di pintu dan tidak terus masuk ke rumah. Aku menyedari air mukanya berubah kelihatan seperti ada sesuatu yang tidak disukainya. Aku berkata, “Wahai Rasulullah, aku bertaubat kepada Allah dan Rasul-Nya, (tolong beritahu aku) apakah dosa ku?” Rasulullah berkata, “Ada apa dengan bantal ini?” Aku menjawab, “Aku membelinya untuk engkau agar dapat duduk dan bersandar padanya”. Rasulullah berkata, “Pembuat gambar ini akan di-azab pada hari kiamat.” Rasulullah menambah, “Malaikat (pembawa rahmat) tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat gambar”.” (Hadis Riwayat al-Bukhari, Kitab Jual Beli (3/34), no. 318)

Daripada Said bin Abu al-Hasan, “Ketika saya bersama Ibnu ‘Abbas, seorang lelaki datang dan berkata, “Wahai Ibnu Abbas, pendapatan (periuk nasi) saya adalah dari hasil kerja tangan saya dan kerja saya adalah membuat gambar-gambar ini”. Ibnu ‘Abbas berkata, “Saya sekadar memberi tahu apa yang saya dengar dari Rasulullah. Saya mendengar beliau bersabda, “Barang siapa membuat gambar dia akan di-azab oleh Allah sehingga dia mampu menghidupkannya dan sesungguhnya dia tidak akan berupaya untuk menghidupkannya”. Mendengarkan hal ini, lelaki itu menarik nafas panjang (mengeluh) dan mukanya menjadi pucat. Ibnu ‘Abbas berkata padanya, “Jika kamu masih tetap mahu untuk membuat gambar-gambar, saya menasihatkan agar kamu membuat gambar-gambar pokok (tumbuh-tumbuhan) dan sebarang gambar yang bukan berupa dari makhluk bernyawa”.” (Hadis Riwayat al-Bukhari, Kitab Jual Beli (3/34), no. 428)

Daripada Ibnu ‘Abbas, “Aku mendengar Muhammad berkata, “Barang siapa membuat gambar di dunia ini, dia akan dipersoalkan serta diminta supaya memberikan nyawa kepada apa yang dilukiskannya pada hari kiamat nanti, tetapi dia tidak akan mampu melakukannya”.” (Hadis Riwayat al-Bukhari Kitab Pakaian (7/72), no. 846)

Gambar Yang Dilarang Adalah Gambar Berupa Makhluk Bernyawa:

... Ibnu ‘Abbas berkata padanya, “Jika kamu masih tetap mahu untuk membuat gambar-gambar, saya menasihatkan agar kamu membuat gambar-gambar pokok (tumbuh-tumbuhan) dan sebarang gambar yang bukan berupa dari makhluk bernyawa”.” (Hadis Riwayat al-Bukhari, Kitab Jual Beli (3/34), no. 428)

Daripada Ibnu ‘Abbas, “Abu Talha, seorang sahabat Rasulullah dan seorang sahabat yang pernah bersama dalam peperangan badar memberitahu kepadaku bahawa Rasulullah berkata, “Malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada anjing atau gambar.” Yang dia maksudkan adalah gambar yang menyerupai makhluk bernyawa.” (Hadis Riwayat al-Bukhari, Kitab Ekspedisi Peperangan Bersama Nabi (5/59), no. 338)

Daripada Abu Talha, “Aku mendengar Rasulullah berkata, “Malaikat (Pembawa Rahmat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada anjing atau gambar yang berupa dari makhluk bernyawa”.” (Hadis Riwayat al-Bukhari, Kitab Penciptaan (4/54), no. 448)

Malaikat Rahmat Tidak Akan Memasuki Rumah Yang Mengandungi (Menayangkan/Memaparkan) Gambar

Daripada Abu Talha, “Aku mendengar Rasulullah berkata, “Malaikat (Pembawa Rahmat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada anjing atau gambar yang berupa dari makhluk bernyawa”.” (Hadis Riwayat al-Bukhari, Kitab Penciptaan (4/54), no. 448)

“Suatu ketika Malaikat Jibril berjanji kepada Nabi yang mana dia akan datang menemui Nabi, tetapi dia tidak datang-datang. Dan kemudiannya dia (Jibril) memberitahu, “Kami dari golongan malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang di dalamnya mengandungi gambar (berupa makhluk bernyawa) atau anjing.” (Hadis Riwayat al-Bukhari (4/54), no. 450)

‘Aisyah menyatakan bahawa Jibril (‘alaihis salam) berjanji dengan Rasulullah (s.a.w.) untuk menemuinya pada masa yang telah ditetapkan, namun pada masa yang tersebut, dia (Jibril) tidak datang. Kemudiannya Nabi mencampakkan tongkat di tangannya dan berkata, “Tidak pernah Allah dan utusannya (Malaikat Jibril) memungkiri janji”. Kemudian nabi terlihat dan menemui anak anjing di bawah katil dan berkata, “Aisyah, bila anjing ini masuk ke sini?” Dan beliau (‘Aisyah) menjawab, “Demi Allah, saya tidak tahu.” Kemudiannya Nabi mengarahkan dan anjing itu pun dikeluarkan. Tidak lama selepas itu, Jibril pun datang dan Rasulullah berkata kepadanya, “Engkau berjanji kepada saya dan saya menantikan engkau, tetapi engkau tidak datang-datang. Jibril pun menyatakan, “Di dalam rumah-mu ada anjing, di mana ia menghalang (saya untuk masuk), untuk kami (malaikat) tidak masuk rumah yang di dalamnya ada anjing atau gambar”.” (Hadis Riwayat Muslim, Kitab Pakaian & Perhiasan (24), no. 5246)

Daripada Ibnu ‘Abbas, “Nabi pernah memasuki Ka’bah dan menemui di dalamnya (lukisan) gambar Nabi Ibrahim dan Mariam. Kemudiannya beliau berkata, “Benda apa ini? Bukankah mereka mengetahui bahawa malaikat tidak masuk rumah yang di dalamnya mengandungi gambar; termasuklah gambar (nabi) Ibrahim ini. Dan kenapa dia digambarkan sedang mempraktikkan meramal dengan anak panah?”.” (Hadis Riwayat al-Bukhari, Kitab Para Nabi (4/55), no. 570)

Daripada Ibnu ‘Abbas, “Abu Talha, seorang sahabat Rasulullah dan seorang sahabat yang pernah bersama dalam peperangan badar memberitahu kepadaku bahawa Rasulullah berkata, “Malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada anjing atau gambar.” Yang dia maksudkan adalah gambar yang menyerupai makhluk bernyawa.” (Hadis Riwayat al-Bukhari, Kitab Ekspedisi Peperangan Bersama Nabi (5/59), no. 338)

Daripada Aisyah, Nabi menyatakan: “Malaikat (pembawa rahmat) tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat gambar.” (Hadis Riwayat al-Bukhari, Kitab Jual Beli (3/34), no. 318)

Dalam hadis yang lain, patung/boneka juga menjadi faktor bahawa malaikat tidak memasuki rumah,

Dari Abu Talha meriwayatkan, katanya, “Aku mendengar Rasulullah (s.a.w.) berkata: “Malaikat tidak memasuki rumah yang di dalamnya ada anjing atau patung”.” (Hadis Riwayat Muslim, Kitab Pakaian & Perhiasan, no. 5250)

Perkataan Para Ulama Berkenaan Gambar

Imam al-Hafiz Ibnu Hajar al-Atsqalani mengatakan:

“Kata al-Khaththabi: dan gambar yang menghalangi masuknya malaikat ke dalam rumah adalah gambar yang padanya terpenuhi hal-hal yang haram, yakni gambar-gambar berupa makhluk yang bernyawa, yang tidak terpotong kepalanya atau tidak dihinakan. Dan bahawasanya dosa tukang gambar itu besar kerana gambar-gambar itu ada yang di-ibadahi selain ALLAH, selain itu gambar tersebut mudah menimbulkan fitnah (bahaya) bagi yang memandangnya (gambar wanita, tokoh, ulama, red).” (Dinukil dari Majalah Salafy, Edisi V/Zulhijjah/1416/1996. Judul asli - Fatwa Ulama tentang Hukum Gambar, oleh Syaikh Abdullah Bin Abdul Aziz bin Baz, mufti Saudi Arabia)

Imam an-Nawawi mengatakan dalam kitabnya, Syarah Sahih Muslim:

“Sahabat kami dan para Ulama selain mereka mengatakan bahawa haramnya membuat gambar haiwan adalah sekeras-keras pengharamaan. Ini termasuk dosa besar kerana ancamannya juga amat besar, sama saja apakah ia dibuat untuk dihinakan atau tidak. Bahkan membuatnya jelas sekali haram kerana meniru ciptaan ALLAH. Sama saja apakah itu dilukis pada pakaian, permadani, mata wang, bejana, dinding atau lainnya. Adapun menggambar pepohonan dan sesuatu yang tidak bernyawa, tidak mengapa. Inilah hakikat hukum membuat gambar. Sedangkan gambar makhluk bernyawa, jika digantung/ditampal di dinding, di serban dan tindakan yang tidak termasuk menghinakannya, maka jelas hal itu terlarang. Sebaliknya bila dibentangkan dan dipijak sebagai alas kaki atau sebagai sandaran (setelah dipotong kepalanya, ed.) maka tidaklah haram dan tidak ada bezanya adakah gambar yang tersebut berjasad (mempunyai bayangan atau 3 dimensi) atau tidak. Ini adalah kesimpulan mazhab kami dalam masalah ini yang semakna dengan perkataan jumhur Ulama dari kalangan para Sahabat, Tabi’in, dan orang yang sesudah mereka (Tabi’ut Tabi’in). Ini juga pendapat Imam ats-Tsauri, Malik Bin Anas dan Abu Hanifah serta ulama lainnya.

Pertikaian & Pencerahan

Dari Aisyah Radiyallahu ‘anha (r.anha) ia berkata:

“Saya biasa bermain boneka (anak patung) di sisi Nabi Shallallahu ‘alaihi wasalam dan saya mempunyai beberapa orang teman yang bermain bersama saya. Maka jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam masuk, mereka menutupinya dari beliau lalu berjalan sembunyi-sembunyi dan bermain bersama saya.” (Hadis Riwayat al-Bukhari Kitab al-Adab Bab al-Inbisaath ilaa an-Naas, Fath 10/526 dan Muslim kitab Fadhail ash-Shahabah Bab fii Fadhail Aisyah, an-Nawawi, 15/203 dan 204)

Al-Hafiz Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari tentang hadis ini, “Hadis ini dijadikan dalil bolehnya boneka dan mainan untuk bermain (mendidik) anak perempuan, dan sebagai pengkhususan dari keumuman larangan mengambil gambar. Iyadl juga menetapkan yang demikian dan ia menukil dari jumhur, bahawasanya mereka membolehkan boneka atau mainan ini untuk melatih dan mendidik anak-anak perempuan agar mengenal bagaimana mengatur rumah-tangga dan merawat anak-anak nantinya. Dan sebahagian ulama menyatakan hadis ini telah mansukh (telah dibatalkan). Ibnu Bathal cenderung pada pendapat ini dan ia menceritakan dari Abi Zaid dari Malik. Tetapi dari sini pula ad-Daudy merajihkan bahawa hadis Aisyah (di atas) mansukh. Sedang Ibnu Hibban dan Nasa’i membolehkan namun tidak membatasi untuk anak-anak kecil walaupun padanya ada perbincangan.

Al-Baihaqi mengatakan setelah mentakhrij hadis-hadis tersebut: Telah tsabit (tetap) larangan tentang mengambil gambar. Maka kemungkinan rukhsah bagi Aisyah terjadi sebelum datangnya pengharaman. Ibnul Jauzi menetapkan yang demikian juga, sehingga beliau berkata: “Dan Abu Dawud dan an-Nasa’i dari sisi lain dari Aisyah (ia berkata): Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam datang dari perang Tabuk (Khaibar) {lalu menyebut hadis beliau mengoyakkan tirai yang tergantung di pintunya} Kemudian Aisyah melanjutkan, lalu beliau menyingkap sisi tirai di atas mainan Aisyah dan Beliau bersabda: “Apa ini hai Aisyah?”. Saya menjawab:”Boneka perempuan saya”. Beliau melihat kuda-kudaan bersayap yang dalam keadaan terikat, lalu bersabda: “Apakah ini?” Saya katakan: “Kuda bersayap dua. Tidakkah Anda mendengar bahawa Sulaiman 'alaihis salam mempunyai kuda yang bersayap? Beliau pun tertawa.”.

Al-Khathabi berkata: Dalam hadis ini menunjukkan mainan untuk anak-anak perempuan tidaklah seperti semua gambar yang datang ancaman, hanya saja beliau memberikan keringanan bagi Aisyah kerana pada waktu itu Aisyah belum dewasa.”

Al-Hafiz berkata: Penetapan dengan dalil ini ada perbincangan, akan tetapi kemungkinannya adalah kerana Aisyah waktu peristiwa perang Khaibar berusia 14 tahun dan waktu peristiwa perang Tabuk sudah baligh. Dengan demikian, ini menguatkan riwayat yang mengatakan hal itu terjadi pada peristiwa Khaibar dan mengumpulkannya dengan pendapat al-Khathabi.

Menurut Sheikh Abdul Aziz bin Bazz, “Oleh kerana itu, jika hal ini telah difahami, maka meninggalkan gambar-gambar (boneka) itu adalah lebih selamat kerana padanya ada perkara yang meragukan. Mungkin penetapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bagi Aisyah itu sebelum munculnya perintah beliau untuk menghapus gambar-gambar. Dengan begitu hadis Aisyah ini menjadi mansukh dengan datangnya larangan dan perintah penghapusan gambar itu, kecuali yang terpotong kepalanya atau dihinakan, sebagaimana mazhab al-Baihaqi, Ibnul Jauzi dan Ibnu Bathal. Dan mungkin juga ini dikhususkan dari pelarangan itu (sebagaimana pendapat jumhur) untuk kemaslahatan pendidikan. Ini kerana permainan itu merupakan bentuk penghinaan atas gambar (boneka). Jadi, dengan kemungkinan ini maka lebih baik untuk meninggalkannya, sebagaimana pengamalan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam dari al-Hasan bin Ali bin Abu Thalib Radiyallahu ‘anhu (r.a):

”Tinggalkan apa yang meragukanmu kepada yang tidak meragukanmu.” (Hadis Riwayat Ahmad, 1/200. Disahihkan oleh Ahmad Syakir dalam tahqiqnya terhadap Musnad, 3/169. ath-Thayalisi, m.s. 163, no. 1178 dan al-Albani mensahihkannya dalam Jamius Shaghir, no. 3372 dan 3373)

Demikian juga dalam hadis berikut ini dari Nu’man bin Basyir Radiyallahu ‘anhu secara marfu’,

“Yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Dan di antara keduanya ada perkara-perkara syubhat yang kebanyakan manusia tidak mengetahuinya, maka siapa yang menjaga diri dari syubhat, maka dia telah membersihkan Dien (agama) dan kehormatannya. Dan barang siapa yang jatuh kepada yang haram, seperti penggembala sedang menggembalakan ternaknya di sekitar tempat yang di pagar (terlarang), hampir-hampir ia terjatuh padanya.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Fatwa-fatwa Ulama Masa Ini

Fatwa Sheikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin:

1 - Pertanyaan:

Sheikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin ditanya,

“Apa hukum mengenakan pakaian yang mengandungi gambar?”

Jawaban:

Seseorang dilarang untuk mengenakan pakaian yang bergambar haiwan atau manusia, dan juga dilarang untuk mengenakan serban serta jubah atau yang menyerupai itu yang di dalamnya terdapat gambar haiwan atau manusia atau makhluk bernyawa lainnya. Kerana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menegaskan hal itu dengan sabdanya,

”Malaikat enggan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat lukisan.”

Maka dari itu hendaklah seseorang tidak menyimpan atau memiliki gambar berupa foto-foto yang oleh sebahagian pihak dianggap sebagai album kenangan, maka wajib baginya untuk menanggalkan foto-foto tersebut, sama ada yang digantungkan di dinding, ataupun yang disimpan dalam album dan seumpamanya. Kerana keberadaan benda-benda tersebut menyebabkan malaikat enggan memasuki rumah mereka. Hadis yang menunjukkan hal itu adalah hadis yang sahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Wallahu a’lam. (Rujuk: Ibn Utsaimin, al-Majmu ‘ats-Tsamin, hal. 199)

2 - Pertanyaan:

Sheikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin ditanya,

“Dengan segala hormatnya saya memohon penjelasan anda tentang hukum membuat gambar, sama ada dengan menggunakan tangan (melukis) atau dengan alat pembuat gambar (kamera), apa hukum menggantung gambar di atas dinding, dan apa hukum memiliki gambar hanya sekadar dijadikan sebagai kenangan?”

Jawaban:

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, selawat dan salam disampaikan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam serta para sahabatnya.Melukis dengan tangan adalah perbuatan yang diharamkan, bahkan melukis adalah termasuk salah satu dosa besar, kerana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat para pembuat gambar (pelukis), sedangkan laknat tidak akan ditunjukan kecuali terhadap suatu dosa besar, sama ada yang digambar untuk tujuan mengungkapkan keindahan, atau yang dilukiskan (dijadikan gambar) sebagai model (bahan bantuan, ed.) bagi para pelajar, atau untuk hal-hal lainnya, maka hal itu adalah haram.

Tetapi bila seseorang melukiskan (menjadikan gambar) dari bahagian tubuh, seperti tangan saja, maka hal itu diperbolehkan. Adapun mengambil gambar dengan menggunakan alat fotografi, maka hal itu diperbolehkan kerana tidak termasuk pada perbuatan melukis. Yang menjadi pertanyaan adalah: Apa maksud dari pengambilan gambar tersebut? Jika pengambilan gambar (pemotretan) itu adalah yang dimaksudkan agar dimiliki oleh seseorang meskipun hanya dijadikan sebagai kenangan, maka pengambilan gambar tersebut hukumnya menjadi haram, hal itu dikeranakan segala macam sarana bergantung dari tujuan untuk apa sarana tersebut dipergunakan, sedangkan memiliki gambar hukumnya adalah haram. Kerana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan bahawa malaikat enggan memasuki rumah yang ada gambar di dalamnya, di mana hal itu menunjukkan kepada haramnya memiliki dan meletakkan gambar di dalam rumah.

Adapun menggantungkan gambar atau foto di atas dinding adalah haram hukumnya sehingga tidak diperbolehkan untuk menggantungnya meskipun sekadar untuk kenangan, kerana malaikat enggan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar. (Rujukan: Fatwa-Fatwa Sheikh Ibn Utsaimin yang beliau tanda tangani, disalin dari kitab al-Fatawa asy-Syar’iyyah Fi al-Masa’il al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama al-Balad al-Haram, Edisi Indonesia “Fatwa-Fatwa Terkini-3”, Penyusun Khalid al-Juraisy, Penerjemah Amir Hamzah, Penerbit Darul Haq)

3 - Pertanyaan:

Sheikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin ditanya,

“Apa hukum memakaikan baju pada anak-anak yang ada gambar bernyawa?”

Jawaban:

Ahlul Ilmi (para ulama) menetapkan hukumnya haram memakaikan pakaian pada anak kecil yang dikenakan (dipakaikan) oleh orang dewasa. Pakaian yang bergambar hidup haram dipakai orang dewasa, demikian juga hukumnya tidak boleh dipakaikan untuk anak-anak. Dan memang demikian hukumnya. Sepatutnya kaum muslimin memboikot model/fesyen pakaian yang seperti ini agar orang-orang yang berniat jahat dan rosak tidak menyusup masuk kepada kita melalui sudut-sudut ini. Kalau benar-benar diboikot maka mereka tidak akan menemukan saluran untuk memasuki ke negeri kita. (Majmu’ Fatawa wa Rasa’il, 3/158)

Fatwa Sheikh Abdul Aziz bin Bazz

1 – Pertanyaan:

Sheikh Abdul Aziz bin Baz ditanya,

“Apa hukum menggantung lukisan di rumah dan tempat-tempat lainnya”?

Jawaban:

Hukumnya adalah haram jika gambar tersebut adalah gambar makhluk bernyawa, sama ada manusia atau selainnya... (Rujukan: Ibn Baz, Kitab ad-Da’wah, hal. 19-20. Disalin dari buku al-Fatawa asy-Syar’iyyah fi al-Masa’il al-Ashriyyah min Fatawa Ulama al-Balad al-Haram, Edisi Indonesia - Fatwa-Fatwa Terkini-3, Terbitan Darul Haq)

2 - Pertanyaan:

Sheikh Abdul Aziz bin Baz ditanya,

“Apa hukumnya menyimpan patung di rumah sekadar untuk hiasan dan bukan untuk disembah?”

Jawaban:

Seorang muslim tidak diperbolehkan untuk menggantung gambar atau pun menghiasi rumahnya dengan hai wan yang diawetkan, sama ada diletakkan di atas meja ataupun kursi, hal itu disebabkan keumuman hadis dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan tentang haramnya menggantung gambar dan meletakkan patung di dalam rumah atau tempat-tempat lainnya. Kerana benda-benda tersebut merupakan sarana untuk berlaku syirik kepada Allah, dan dalam hal-hal yang demikian terdapat penyerupaan terhadap makhluk ciptaan Allah dan perbuatan tersebut sama seperti perbuatan menentang Allah.

Adapun perbuatan menyimpan haiwan yang diawetkan adalah perbuatan yang merosakkan, padahal syari’at Islam yang sempurna diturunkan untuk membersihkan segala macam perantara (tawassul) atau sarana yang dapat membawa kepada kemusyrikan dan kesesatan. Hal yang demikian pernah terjadi pada kaum Nuh di mana mereka melakukan kemusyrikan disebabkan lukisan yang menggambarkan lima orang sholeh pada masa mereka. Kaum Nuh memasang/meletakkan lukisan tersebut di majlis-majlis, sebagaimana yang Allah terangkan dalam al-Qur’an dengan firman-Nya,

”Dan mereka berkata, Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwa’, yaghuts, ya’uq dan nasr’. Dan sesudahnya mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia).” (Surah Nuh: 23-24)

Maka, kita harus bersikap berhati-hati terhadap penyerupaan orang-orang dalam perbuatan mereka yang mungkar yang dapat menjerumuskan kita kepada kemusyrikan.Dalam sebuah hadis sahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahawa beliau berkata kepada Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu.

“Janganlah engkau tinggalkan patung kecuali engkau telah membuatnya menjadi tidak berbentuk, dan jangan pula meninggalkan kuburan yang menjulang tinggi (membukit) kecuali engkau meratakannya.” (Hadis Riwayat Muslim dalam al-Jana’iz, no. 969)

Dalam hadis lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Orang yang paling mendapat siksa pada hari kiamat adalah para pembuat gambar (pelukis).” (Hadis Riwayat al-Bukhari dalam Kitab Pakaian, no. 5959. Muslim dalam bab yang sama, 2109)

Banyak sekali hadis yang menerangkan tentang hal ini. Semoga Allah memberikan petunjuk. ((Rujukan: Ibn Baz, Kitab Ad-Da’wah, hal. 18-19. Disalin dari buku al-Fatawa asy-Syar’iyyah fi al-Masa’il al-Ashriyyah min Fatawa Ulama al-Balad al-Haram, Edisi Indonesia - Fatwa-Fatwa Terkini-3, Terbitan Darul Haq)

Lain-lain Fatwa (Dipetik/diterjemahkan dari http://fatwa-online.com/)

1 - Pertanyaan:

“Apakah hukum mengambil gambar photografi untuk keperluan atau ditayangkan?”

Jawaban:

Mengambil atau membuat gambar yang berupa dari makhluk bernyawa (sama ada manusia atau haiwan) adalah haram, kecuali bagi tujuan yang amat diperlukan/mendesak, seperti untuk dokumen kerakyatan, passport, dan pengenalan identiti penjenayah bagi tujuan menahan (menangkap/memberkas) dan sebarang apa yang seumpama dengan hal tersebut yang mana sememangnya menuntut keperluan. (Fatwa oleh: Anggota Tetap Penyelidikan Islam & Fatwa yang terdiri daripada, Sheikh 'Abdur-Razzaaq 'Afeefee, Sheikh 'Abdullaah Ibn Ghudayyaan, Sheikh 'Abdullaah Ibn Munee', dan Majlis Fatwa al-Lajnah ad-Daa’imah lil-Buhooth al-‘Ilmiyyah wal-Iftaa, Jil. 1, m/s. 660, Persoalan 3 dari fatwa no. 260)

2 – Pertanyaan:

“Apakah hukumnya memiliki/membeli majalah yang mana di dalamnya mengandungi gambar?”

Jawaban:

Memiliki/membeli majalah yang di dalamnya mengandungi gambar adalah dibenarkan jika tujuannya adalah untuk manfaat dari kandungannya yang di sana mengandungi maklumat berguna. Dan sewajarnya kepada mereka yang memiliki majalah tersebut hendaklah menghapuskan gambar-gambar yang terdapat di dalamnya. Walau bagaimanapun jika tujuan memiliki/membeli majalah tersebut adalah untuk memiliki gambar-gambar yang terdapat di dalamnya, maka untuk itu adalah tidak dibenarkan. (Fatwa oleh: Anggota Tetap Penyelidikan Islam & Fatwa yang terdiri daripada, Sheikh Abdul Aziz bin Bazz, Sheikh 'Abdur-Razzaaq 'Afeefee, Sheikh 'Abdullaah Ibn Ghudayyaan, Sheikh 'Abdullaah Ibn Munee', dan Majlis Fatwa al-Lajnah ad-Daa’imah lil-Buhooth al-‘Ilmiyyah wal-Iftaa, Jil. 1, m/s. 691, Persoalan 2 dari fatwa no. 3079)

3.  Pandangan Oleh: Ustaz Azhar Idrus
Dalam sebuah hadith yang di riwayatkan oleh Imam Bukhari bahawasanya Nabi saw bersabda yang bermaksud: “Sungguhnya para malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang ada didalamnya gambar, patung, anjing dan orang yang junub.”
Malaikat yang dimaksudkan dalam hadith ini ialah malaikat rahmat. Manakala yang dimaksudkan dengan gambar pula ialah gambar makhluk bernyawa. Dan larangan yang terdapat dalam hadith ini ialah bukan semata-mata gambar makhluk bernyawa tetapi yang dilarang ialah gambar yang di gantung pada dinding seperti gambar bersanding, menerima ijazah dan sebagainya sekali pun gambar keluarga.
Oleh itu gambar-gambar makhluk bernyawa seperti gambar manusia dan haiwan yang tidak digantung pada dinding didalam rumah seperti gambar yang disimpan didalam album atau didalam komputer tidaklah menjadi kesalahan.

Ada pun gambar-gambar yang bukan bernyawa seperti gambar kereta, motosikal, gunung ganang, laut, penyapu lidi, penapis santan atau seumpamanya tidaklah haram di jadikan perhiasan pada dinding-dinding rumah.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Bagi diri saya, saya mengguna pakai semua pandangan di atas kecuali pandangan dari Syekh Muhammad Bakhit, Mufti Mesir dan disokong oleh Dr Yusuf al-Qaradawi.

Sekian wassalam wallahua’lam

Emjay

Saturday, 3 March 2007

Kalligrafi & gambar menarik.




Silakan copy paste grafik dan foto menarik ini

KLIK PADA IMEJ UNTUK MELIHAT IMEJ SEBENAR YANG LEBIH BESAR!






























Friday, 2 March 2007

Hidup sesat, mati disusahkan dan dimalukan Allah


Dengan nama Allah yang maha pemurah lagi maha pengasih.


Pada Jumaat 23 Feb lalu saya menghadiri mesyuarat strategik Fakulti di A Famosa Resort Melaka yang berlangsung hingga Ahad 25 Feb. Ketika sedang bermesyuarat pada petang Jumaat tersebut, tiba-tiba telefon saya berbunyi “Emjay, ini X bercakap. Boleh minta tolong tak”.

“Insya-Allah kalau mampu” saya menjawab.

“Ni ha, nenek saya tu sakit teruk, dah bawa ke hospital, doktor dah suruh bawa balik dah tiada harapan. Sekarang ini orang kampung sampai dah buka atap, engkau fahamlah, tetapi nenek saya macam itu juga macam orang koma. Engkau datanglah tolong.” Rayu X kepada saya. Memang menjadi kebiasaan orang membuka atap dengan harapan orang yang sakit tersebut mudah untuk meninggal dunia.

“Saya sekarang berada di Melaka, mesyuarat, nanti petang Ahad 25 Feb engkau ambil saya dirumah”. Jelas saya.

Pada hari ahad, bas membawa kami pulang dari A Famosa bertolak kira-kira pukul 1.30 ptg. Pukul 5.15 ptg bas kami sampai ke UTM. Saya bergegas mengambil kereta saya, menghantarkan rakan sekerja ke Pulai Indah dan terus ke rumah. Saya menelefon X untuk menunggu di rumah untuk menjemput saya pada pukul 5.45 ptg. Setelah bergegas mandi dan mengambil wudhu, saya pun menaiki kereta X menuju ke rumah makcik X dimana nenek X sedang terlantar.

Sepanjang perjalanan X menceritakan berbagai cerita berkenaan neneknya. Kira-kira 6.20 ptg, kami sampai dan terus ke rumah makcik X. Rumah makcik X ini bersebelahan dengan rumah ayah X. Saya terus memberi salam dan minta izin masuk ke rumah. Ditengah ruang tamu nenek X sedang terlantar tidak sedarkan diri di atas katil bujang. Matanya bulat terjegil tidak berkedip. Badannya sangat kurus tinggal kulit dengan tulang sahaja. Wajahnya mengerikan dan beliau bernafas melalui mulut. Saya cuba menegurnya tetapi langsung tiada respons.

Saya mengumpulkan waris terdekat iaitu makcik X bersama suaminya serta beberapa orang lain untuk bertanya soalan-soalan berkaitan nenek ini.

Saya memulakan sesi perbincangan dengan menjelaskan bahawa saya adalah insan yang lemah dengan sedikit ilmu yang Allah berikan sekadar ingin mengongsikan ilmu.

Seterusnya saya memulakan soalan “sepanjang hidup nenek ini pernah nampak barang yang sangat nenek ini sayangi?”.

Makcik X menjawab “saya adalah anak yang paling rapat sewaktu hidupnya. Sepanjang pengetahuan saya tidak nampak sebarang objek yang disayangi nenek ini”

Saya menambah lagi “Ada kah pernah nampak barang seperti keris, pedang, kain kuning, bungkusan, kayu, besi, kertas dan sebagainya yang menjadi milik nenek?”

“Sepanjang yang saya tahu memang saya tidak pernah nampak” jawab makcik X

Saya nampak keadaan menjadi agak rumit kerana masih belum berjumpa barang yang saya jangkakan bakal dijumpai. Saya berzikir dalam hati dan terus berdoa juga dalam hati semoga urusan kali ini dimudahkan Allah.

Saya datang ke rumah ini dengan hasrat untuk membantu sekadar mampu. Jika mengikutkan pengalaman lalu, jikalau ditemui sebarang objek seperti tangkal, azimat, senjata dan sebagainya, insya-Allah selepas diambil, orang yang sakit akan meninggalkan dunia dalam tempuh 40 hari. Kalau jumpa insya-Allah urusan menjadi mudah tetapi macam mana kalau tidak jumpa? Bagi kes tidak jumpa sebarang objek, saya belum ada pengalaman untuk menanganinya..

Saya menyambung soalan “sewaktu nenek ini berjalan walaupun usia dah lebih 80 tahun, adakah dia berjalan dengan kuat dan gagah, macam berjalannya orang lelaki?”.

Makcik X menjawab “memang dia gagah berjalan dan macam orang lelaki berjalan”. Saya mula mendapat jawapan yang positif.

“Boleh tak ceritakan pengalaman-pengalaman yang pelik sewaktu nenek ini hidup?” saya menyambung soalan.

“Kebelakangan ini sebelum nenek sakit, bila dia makan, dia akan makan separuh sahaja dan separuh yang lain akan disimpan untuk dimakan “anak-anaknya”. Kadang-kadang nenek mencari-cari anaknya ini ke sana dan kesini”. Makcik X menjawab dan menjelaskan lagi maksud anak yang nenek maksudkan adalah anak yang hanya kelihatan kepada nenek dan tidak pernah kelihatan kepada mereka semua. Jawapan semakin positif. Kadang-kadang pelbagai bungkusan makanan yang sudah lama tersimpan disegenap pelusuk rumah ditemui oleh makcik yang kononnya disimpan untuk ”anak-anak nenek”.

Kini maklumat sudah sah bahawa nenek ini seperti ada memakai khadam namun masalah saya ialah barang tidak ditemui. Bagaimana hendak diuruskan!!. Saya tidak ingin meninggalkan nenek ini dalam keadaan sedemikian kerana ini kelak akan memberikan peluang lebih ramai bomoh sesat dipanggil bukan untuk menyelesaikan tetapi untuk menambah masalah dan menambah dosa waris-waris.

Saya memulakan jampi yang pernah diajarkan oleh arwah guru. Saya memulakan dengan bacaan taawuz, basmallah dan Al Fatihah. Seterusnya saya menyambung dengan bacaan Surah Al Baqarah sehingga kira-kira dua muka surat. Saya sambung lagi dengan Ayatul Kursi dan tiga surah terakhir dari Al Baqarah. Selepas itu saya melakukan bacaan beberapa ayat Al Quran yang menceritakan sihir sewaktu zaman Nabi Musa. Saya ulang ayat ini banyak kali juga. Menjelang maghrib saya mengarahkan hadirin yang hadir untuk mula mengambil air sembahyang dan seterusnya berjemaah dengan saya.

Bila masuk waktu maghrib, saya azan dengan lantang sekali, alhamdulillah. Saya merasakan sesuatu yang amat pelik seolah-olah rumah ini bergoncang kuat sewaktu saya azan. Saya teruskan azan tersebut. Orang ramai mula menyusun sejadah. Setelah siap, saya mengarahkan salah seorang untuk iqamah. Saya pun mengimamkan solat maghrib berjemaah. Saya membaca sekali lagi 3 ayat terakhir dari surah Al Baqarah dalam solat saya tersebut.

Saya berdoa agar Allah SWT memudahkan urusan saya. Setelah selesai berdoa, saya menyambung bacaan ayat-ayat Al Quran berkaitan sihir. Saya sudahi bacaan Quran saya dengan bacaan dari 4 ayat KUL... Saya akhiri dengan doa saya kepada Allah.

Setelah selesai, saya merasakan begitu lega sekali perasaan saya. Selepas ini saya bertawakkal hanya kepada Mu Ya Allah.

Sesudah selesai urusan awal ini saya menyuruh Mr X mengumpul duit daripada waris-waris nenek yang hadir seberapa ikhlas dari setiap seorang. Saya menjangkakan mungkin lebih dari RM40 terkumpul dan duit tersebut saya suruh Mr X bersama beberapa orang lain menghantarkan kepada satu keluarga yang mempunyai beberapa anak yatim yang berusia bawah dari 13 tahun.

Sekembalinya Mr X dari menghantar wang tersebut, saya pun minta diri untuk kembali. Kalau tidak silap ketika itu jam menunjukkan sudah lebih dari pukul 8.30 malam. Tuan rumah menghulur sampul duit raya berwarna hijau kepada saya tetapi saya menolaknya dengan alasan bahawa bahagian wang upah saya telah pun diminta iaitu wang yang diserahkan kepada keluarga anak yatim di atas.

Mr X menghantar saya kembali ke rumah. Terasa begitu letih sekali. Saya solat isyak dan makan malam bersama keluarga. Sewaktu masih sedang menghadap rezeki, telefon saya berbunyi. Dihujung talian “Haji anak saya menangis dari menjelang maghrib sampai sekarang tidak berhenti” seorang ibu berkata kepada saya dengan nada menangis.

Saya menjawab “datanglah ke rumah bawa budak tu”.

“Haji, boleh tak haji datang ke rumah sebab rumah sekarang sedang habis kecoh” rayu si ibu.

Pada kira-kira pukul 9.30 malam, telefon saya berbunyi lagi. “Haji, alhamdulillah nenek saya sudah meninggal” Mr X memberitahu saya dengan nada amat gembira.

Saya menyahut “alhamdulillah, uruskanlah pengkebumian nenek engkau tu. Saya tidak dapat hadir kerana terlalu letih. Selepas meletakkan telefon saya segera melakukan sujud syukur diatas rahmatNya kepada kami semua termasuk Mr X, arwah dan waris-warisnya.

Begitulah antara diari kehidupan saya. Di atas setiap segala ilmu yang begitu sedikit Allah berikan kepada saya kelak akan ditanya Allah “apa yang kamu buat Muslim dengan ilmu yang AKU berikan kepada mu?”. Mudah-mudahan saya dapat menjawab “Ya Allah mudah-mudahan Engkau redha usaha yang saya buat selama ini dan ilmu yang telah saya panjangkan tersebut”.

Allah menyusahkan orang tertentu di saat kematian sebagai iktibar untuk dipelajari oleh orang yang hidup bahawa ingatlah bahawa kita akan mati menghadap Allah satu ketika kelak. Seandainya kita mengamalkan pelbagai ilmu sesat seperti memakai susuk, membela khadam dan sebagainya ia adalah perbuatan syirik dan menjerumuskan pelakunya ke neraka dan waktu mati kelak akan dimalukan oleh Allah.


Sekian untuk kali ini.


Wassalam wallahua'lam


Emjay

ANTARA PUNCA ISTERI SUKAR MENGANDUNG. PERKONGSIAN TIPS.

ANTARA PUNCA ISTERI SUKAR MENGANDUNG. PERKONGSIAN TIPS.


Semoga arwah guru saya sentiasa dicucuri rahmatNya.

Ilmu yang inginsaya kongsikan kali ini dipanjangkan untuk tatapan sekelian yang saya perolehidahulu sewaktu arwah masih hidup.

Zaman moden kini ramai para isteri yang bekerja menambah pendapatan keluarga. Kewangan keluarga semakin meningkat namun seiring dengannya pula ialah peningkatan kesukaran untuk mendapatkan zuriat dalam bahasa mudah ialah susah untuk mengandung.

Bila timbul masalah ini, doktor pakar sakit puan sangat beruntung kerana mendapati bilangan mereka yang ingin berurusan begitu ramai sekali. Kos rawatan yang dikenakan pula ada yang melibatkan puluhan ribu ringgit dan itu pun belum pasti akan mengandung. Jadilah wanita tersebut sebagai bahan ujikaji yang diberikan ubat ini dan itu serta pelbagai rawatan kesuburan lainnya.

Masalah menemui doktor sakit puan ini tidak begitu memudharatkan sekadar memudharatkan kewangan. Yang akan saya ceritakan ini lebih memudharatkan lagi. Bagi yang putus asa dengan rawatan doktor dan alternatif yang lebih mudah dan murah, ramai di antara mereka yang mengalami masalah ini menemui bomoh, dukun dan tukang urut sebagai usaha untuk mendapatkan anak – mengandung. Inilah yang lebih parah kerana menemui dukun dan bomoh ini sebenarnya adalah permulaan kepada azab yang lebih besar dari Allah kerana telah mensyirikkanNya.

Salah seorang jiran saya sejak kebelakangan ini hampir setiap tahun menerima menantu. Sehingga kini 3 orang anaknya telah selamat melangsungkan perkahwinan mereka. Namun apa yang menyedihkan sekali ialah sehingga kini jiran saya ini belum mendapat pangkat datok kerana anak dan menantu mereka ini masih belum mengandung.

Di tempat kerja saya pula ramai pasangan yang lebih sepuluh tahun kahwin masih belum mendapat anak dan beberapa orang lain pula sudah lima tahun berkahwin juga masih belum mendapat anak. Ada seorang hamba Allah tu apabila saya nasihatkan agar semoga mudah mengandung begitu sombong sekali menolak nasihat saya dengan mencebikkan muka namun hakikatnya ialah sehingga saat ini beliau masih belum mengandung.

Pada hari raya aidilfitri lalu saya telah dikunjungi pasangan suami isteri rakan setugas saya. Dalam pertemuan tersebut sempatlah mereka mengadukan masalah mereka iaitu walaupun sudah lebih setahun berkahwin, isterinya masih belum mengandung. Kira-kira sebulan lepas iaitu kira-kira tiga bulan selepas kunjungan di aidilfitri sewaktu berselisih ditempat kerja, dengan begitu gembira suami pasangan ini mengucap kesyukuran dan terima kasih kerana isterinya baru disahkan mengandung. Alhamdulillah setelah kira-kira 3 bulan mengamalkan nasihat yang diberikan, isterinya telah mengandung.

Satu ketika sewaktu saya membeli belah dipasar raya Extra, saya merasa begitu sedih melihatkan seorang perempuan yang saya jangka seorang isteri sedang memasukkan jeruk anggur ke dalam bekas plastik. Saya merasa sedih kerana ini bakal menyusahkan perempuan ini untuk mengandung. Saya memberanikan diri untuk mendekati wanita ini dan mula bertanya “suka makan jeruk?”
“Memang kegemaran saya” jawab wanita ini.

“Sudah berkahwin?” saya menambah.

“Sudah 3 tahun” wanita ini menjawab. Tepat seperti jangkaan saya bahawa wanita ini sudah berkahwin.

“Berapa orang anak?” saya menyoal untuk mendapatkan kepastian hipotesis awal saya.

Seperti yang saya jangkakan wanita ini menjawab “ belum dapat anak lagi”.


Selepas mendapat fakta yang dikehendaki saya pun memulakan sesi nasihat semoga kelak beliau mendapat anugerah anak termasuklah memberhentikan tabiaat memakan jeruk yang baru sahaja dibeli. Semoga Allah memberikan wanita ini zuriat dari anak yang soleh..

Semoga Allah memberikan zuriat (mengandung dan melahirkan anak), amalkanlah nasihat berikut:

Elakkan:
  1. Minum coca cola, pepsi cola, minuman bergas
  2. Makan junk food
  3. Segala jeruk kering seperti asam boi dan jeruk basah seperti jeruk mangga dan ceremai.
  4. Makan makanan fast food seperti KFC, Mc Donald dan piza.
  5. Makan burger dan naget
  6. Makan jambu batu.

Suami pula dikehendaki meminum susu lembu tepung fullcream atau susu segar. Kalau merokok perlu berhentikan tabiaat ini. Tidak ketinggalan dari petikan akhbar hari ini, si isteri juga kena minum susu lembu sama ada dalam bentuk tepung fullcream atau susu segar.

Coca cola dan Pepsi Cola was invented by American Jews dengan satu objektif iaitu untuk merosakkan kesuburan manusia. Itulah sebabnya mereka begitu bersungguh-sungguh memasarkan produk ini diserata dunia. Namun ironinya ialah dinegara mereka sendiri iaitu Israel, produk Coca Cola dan Pepsi Cola tidak ada dijual kerana sememangnya mereka ingin meramaikan bangsa Yahudi.

Namun apa yang penting sekali sebelum melaksanakan tip atau petua ini ialah mendapat redha Allah. Bagaimana Allah akan meredai usaha kita sekiranya sebelum ini pernah menemui bomoh atau dukun untuk berubat agar mendapat anak?? Bagi mereka yang telah menemui dukun / bomoh termasuk dari pusat rawatan Darul S*** dan mengutip pelbagai tangkal dan azimat sekembalinya dari berubat, taubatlah dan barangan yang diberikan oleh dukun tersebut bolehlah diposkan kepada saya untuk dilupuskan. Sila email saya untuk mendapat alamat lengkap saya.

Tentang amalan makanan yang perlu diamalkan pula, bolehlah amalkan makanan berikut:
  1. Minum produk kacang soya seperti air soya yang segar (fresh) dan tempe.
  2. Buat taugeh sendiri dengan merendam kacang hijau 1 jam dan selepas itu letakkan dalam daun pisang, direnjis air dan tutup dengan daun pisang. Letakkan dalam dulang.
  3. Taugeh yang terhasil bolehlah masak sup air (bening dalam bahasa jawa) bersama kacang panjang dan sawi hijau.

Sekian semoga anda sekelian dikurniakan Allah zuriat keturunan yang soleh.


Email saya emjayjb@gmail.com


Sekian wassalam wallahualam



Emjay


Thursday, 1 March 2007

Susu penuh lemak tingkatkan peluang hamil

Artikel berikut dipetik dari akhbar Utusan Malaysia 1 Mac 2007


 Susu penuh lemak tingkatkan peluang hamil


PARIS
28 Feb. - Wanita yang gemar susu penuh lemak dan ais krim mempunyai peluang tinggi untuk hamil berbanding mereka yang memilih susu rendah lemak kerana ia menghalang kesuburan.

Menurut para penyelidik dari Sekolah Kesihatan Awam, Universiti Harvard, kepuutusan itu mungkin 'mencabar' garis panduan pemakanan yang dikeluarkan oleh Amerika Syarikat (AS).

Kajian oleh universiti itu dijalankan ke atas 18,555 wanita berusia antara 24 hinggga 40 tahun di AS yang hamil atau mencuba untuk hamil antara tahun 1991 hingga 1999. 

"Tiga atau lebih hidangan susu rendah lemak atau yang sepadan dengannya setiap hari untuk orang dewasa menyebabkan mereka berhadapan risiko menjadi kurang subur sebanyak 85 peratus”.

"Hidangan susu seperti itu akan mengurangkan pengeluaran telur oleh ovari," kata ketua penyelidik, Jorge Chavarro.

Katanya, pengambilan sekurang-kurangnya satu hidangan produk tenusu penuh lemak, mengurangkan risiko tidak subur berbanding wanita yang mengambil sedikit atau tidak mengambil langsung produk tenusu penuh lemak.

Jelas  Chavarro, kehadiran bahan larut lemak dalam hasil tenusu dapat meningkatkan fungsi ovari untuk menghasilkan telur.



- AFP




Komen saya:

Allah sudah menjadikan susu lembu sudah sempurna bagi anak lembu dan boleh juga dimanfaatkan untuk manusia.


Dalam penulisan saya yang lalu seperti dalam artikel gastrik & ulcer punca dan rawatan alternatif, mengapa gigi mudah rosak / berlubang? dan tapak tangan lembab atau basah bahagian 2, saya ada menceritakan khasiat susu lembu yang dalam bentuk asal iaitu susu segar atau susu tepung fullcream dan bukannya dalam bentuk HL (high low) atau low fat.


Begitulah Allah menjadikan susu lembu  dapat membantu merawat penyakit berkaitan paru-paru dan gastrik (gastritis) di samping menguatkan gigi dan tulang. Bagi yang ingin mengamalkan 4 kali minum susu sehari bagi rawatan paru-paru, jangan terperanjat kelak insya-Allah setiap pagi keluar lendir atau macam kahak berwarna cokelat gelap macam darah kerana ini sebenarnya adalah tindakbalas positif tubuh menyingkirkan bahan terkumpul di dalam paru-paru untuk sekian lama. 

Hari ini saya mendapat satu lagi khasiat susu lembu (bukan HL atau low fat) iaitu membantu kesuburan perempuan, subhanallah.

Elakkan susu rendah lemah dan susu high low serta susu Anlene kerana ia adalah dibuat dari susu rendah lemak.


Sekian wassalam wallahualam.
 


Emjay

Alhamdulillah, rawatan melalui internet berkesan bagi kes gastrik!

Alhamdulillah, rawatan melalui internet berkesan bagi kes gastrik!

Pada 30 Januari, saya telah meng “UPLOAD” sebuah artikel bertajuk GASTRIK & ULCER PUNCA DAN RAWATAN alternatif. Artikel ini juga alhamdulillah telah dihantar ke Laman TKO dan diterbitkan pada Jumaat 2 Februari 2007.

Ekoran dari artikel ini, saya telah menerima banyak juga email dari mereka yang ingin bertanya lebih lanjut berkenaan gastrik. Antara email tersebut saya terima dari sdr saya namakan XYZ. Berikut adalah email dari XYZ

 To: kangmasjb@hotmail.com (alamat email ini sudah kena hack, gunakan emjayjb@gmail.com)
Subject: Gastrik
Date: Fri, 02 Feb 2007 12:45:42 +0800

Assalamualaikum,
Saya amat tertarik dengan artikel tuan mengenai tajuk di atas kerana saya sendiri mengalami masalah gastrik. Apa yang sangat menarik minat saya ialah senarai makanan yang perlu dielakkan
sebagaimana yang tuan senaraikan. Daripada artikel berkenaan, saya dapat merumuskan bahawa tuan mempunyai kebolehan untuk membuat rawatan tradisional bagi pesakit gastrik. Jika boleh saya ingin meminta sedikit pandangan dan nasihat daripada tuan - apakah makanan harian bermula daripada sarapan pagi hingga makan malam yang amat sesuai untuk diamalkan oleh pesakit gastrik? Saya pernah dinasihatkan untuk mengamalkan habatul sauda. Namun begitu saya rasa kurang sesuai kerana ada rasa seperti kopi dalam habatulsauda. Apabila saya minum habatul sauda, rasa kopi menyebabkan perut kurang selesa dan sukar tidur malam, Sekian, Terima Kasih.
(XYZ)


Setelah menerima email dari sdr XYZ tersebut, saya telah menulis membalas email tersebut pada hari yang sama seperti berikut:

From:  <kangmasjb@hotmail.com>(alamat email ini sudah kena hack, gunakan emjayjb@gmail.com)
To: XYZ@hotmail.com
Subject: RE: Gastrik
Date: Fri, 02 Feb 2007 16:43:37 +0800

Waalaikumsalam wbt
Elakkan dari mengambil susu rendah lemak atau susu high low. Orang barat menakutkan kita semua dari minum susu biasa (fullcream). Sebenarnya mereka ini membuat fitnah. Insya Allah susu lembu biasa (atau susu tepungnya) mengandungi khasiat rawatan penyakit gastrik. Bila anda menggunakan susu rendah lemak, HL atau Anlene, khasiat ini telah hilang.

Bila keadaan gastrik masih kerap, elakkan dari makan roti kerana ia mengandungi yeast. Gantikan dengan biskut  cream cracker adalah lebih baik.

Roti naan dan piza ada mengandungi yeast juga, elakkan.

Perbanyakkan makan nasi lebih baik bagi makan tengahari dan malam.

Selain dari mengamalkan nasihat yang saya berikan di internet, saya mencadangkan :

  1. pagi minum susu (boleh campur horlick) dengan biskut cream cracker atau kuih (tidak mengandungi pulut atau ubi atau keledek atau kentang)
  2. 10.30 minum susu dengan kuih atau biskut
  3. tengahari  makan nasi dan elakkan sayuran yang berangin seperti sayur nangka, pisang dsb. Jangan minum air batu selepas makan atau air manis. Berubah kepada air suam selepas makan tengahari.
  4.  pukul 4 ptg minum susu dengan biskut atau kuih. Elakkan kuih yang ada yeast seperti donat, kuih dari pulut dan yang pedas. Juga elakkan makanan dari ubi, keledek, keladi dan kentang.
  5. Makan malam dengan nasi (bukan roti) disudahi air suam.
  6. Sebelum tidur minum susu lagi.
  7. Elakkan teh, nescafe, sunquick, orange squash, milo, air limau
  8.  Elakkan makanan mengandungi cuka.
  9.  Kalau boleh cari jus mengkudu pun baik juga dan lebih baik buat sendiri (optional)
  10. Elakkan ubat doktor dan habbatusauda jenis minyak serta milk of magnesia


InsyaAllah kalau diamalkan angin berkurang dan selepas 2 bulan gastrik dah lega.

Hubungi saya sekiranya selepas mengamalkan amalan ini, penyakit sdr masih tidak berkurang.

Wassalam wallahualam.

Emjay

Selepas membalas email sdr XYZ, kami tidak berhubungan dan saya tidak tahu sebarang perkembangan dari XYZ. Alhamdulillah pada pagi ini, 1 Mac 2007 saya terlihat email dari XYZ yang saya lampirkan seperti berikut:

From: XYZ
To: kangmasjb@hotmail.com (alamat email ini sudah kena hack, gunakan emjayjb@gmail.com)
Subject: RE: Gastrik
Date: Thu, 01 Mar 2007 08:19:03 +0800

Assalamualaikum,
Terima kasih di atas panduan dan nasihat Tuan. Alhamdulillah ada perubahan yang baik. Disini saya ingin mendapatkan pandangan dan nasihat dari Tuan, jika tidak keberatan  tentang masalah gout. Sejak akhir-akhir ini saya sering menghadapi masalah gout walaupun saya amat jarang mengambil udang, sotong, daging dan sebagainya. Jadi boleh kah Tuan berikan sedikit panduan tentang permakanan yang perlu saya elakkan untuk mengatasi masalah gout ini. Sekian, terima kasih.

XYZ

Alhamdulillah di atas kurnia rahmat Allah kepada XYZ. Saya sekadar memanjangkan sedikit ilmu yang dikurniakan Allah, semoga Ia redha dengan apa yang saya lakukan.

Saya telah membalas email tersebut dan memberikan petua / tips mudah-mudahan sembuh dari penyakit gout.

Sekian wassalam wallahualam.

Emjay