Makluman

Laman perkongsian ilmu, pemurnian akidah, membanteras perbomohan, tolong menolong dan perubatan alternatif menurut Islam dan tradisional untuk mencari redha Allah SWT
Free Image Hosting
Assalamualaikum wbh pembaca mukmin sekelian.
Mulai 1 Dec 2012, Laman Emjay di emjayjb.multiply.com telah tidak lagi beroperasi disebabkan Multiply tidak mampu lagi mengendalikannya. Laman Emjay di Multiply yang telah beroperasi semenjak 2006 telah berpindah ke blogspot ini. Maaf di atas segala kesulitan. Selamat membaca dan semoga Allah memberikan taufik hidayah rahmat dan berkat kepada para pembaca sekelian.

Sempena Aidilfitri ini, saya mengucapkan; Taqabalallhu minnna wa minkum
(Semoga Allah SWT menerima amal saya dan amal Anda)

Wednesday, 22 November 2006

Hukum2 berkaitan haid wanita & membaca AlQuran sewaktu haid


Berkaitan dengan tajuk hukum-hukum berkaitan perempuan yang mengalami haid, termasuklah hukum membaca AlQuran semasa haid, berikut saya sediakan link untuk perkara ini.

1. Dari Al Firdaus.com

http://www.al-firdaus.com/DarahWanita/empat.htm

2.http://demipena.blogspot.com/2006/03/bolehkah-menyentuh-atau-membaca-quran.html

3. http://mualaf.com/modules.php?name=FAQ&myfaq=yes&id_cat=2&categories=Wanita+Haid+membaca+Al+Qur'an

4. http://al-qayyim.net/home/modules.php?op=modload&name=News&file=article&sid=29

5. http://www.alaf21.com.my/buletin_isnin/SJ_agama/default2.htm

6. http://www.mail-archive.com/belajar-islam@yahoogroups.com/msg00103.html


Etika Membaca Al-Qur'An:

dipetik dari :
http://forsitek.brawijaya.ac.id/index.php?do=detail&cat=eetika&id=etk-bacaquran

  1. Sebaiknya orang yang membaca Al-Qur'an dalam keadaan sudah
    berwudhu, suci pakaiannya, badannya dan tempatnya serta telah bergosok gigi.
  2. Hendaknya memilih tempat yang tenang dan waktunya pun pas, karena hal tersebut lebih dapat konsentrasi dan jiwa lebih tenang.
  3. Hendaknya memulai tilawah dengan ta`awwudz, kemudian basmalah pada setiap awal surah selain selain surah At-Taubah. Allah SWT berfirman yang artinya:

    "Apabila kamu akan membaca al-Qur'an, maka memohon perlindungan-lah kamu kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk". (An-Nahl: 98).
  4. Hendaknya selalu memperhatikan hukum-hukum tajwid dan  membunyikan huruf sesuai dengan makhrajnya serta membacanya dengan tartil (perlahan-lahan). Allah SWT berfirman yang artinya:

    "Dan Bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan". (Al-Muzzammil: 4).
  5. Disunnatkan memanjangkan bacaan dan memperindah suara di saat membacanya. Anas bin Malik  pernah ditanya:

    Bagaimana bacaan Nabi SAW
    (terhadap Al-Qur'an? Anas menjawab: "Bacaannya panjang (mad), kemudian
    Nabi membaca "Bismillahirrahmanirrahim" sambil memanjangkan Bismillahi,
    dan memanjangkan bacaan ar-rahmani dan memanjangkan bacaan ar-rahim".
    (HR. Al-Bukhari).
    Dan Nabi SAW juga bersabda:

    "Hiasilah suara kalian dengan Al-Qur'an". (HR. Abu Daud, dan dishahih-kan oleh Al-Albani).
  6. Hendaknya membaca sambil merenungkan dan menghayati
    makna yang terkandung pada ayat-ayat yang dibaca, berinteraksi
    dengannya, sambil memohon surga kepada Allah bila terbaca ayat-ayat
    surga, dan berlindung kepada Allah dari neraka bila terbaca ayat-ayat
    neraka. Allah SWT berfirman yang artinya:

    "Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh
    dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya
    mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran."
    (Shad: 29).
    Dan di dalam hadits Hudzaifah ia menuturkan:

    "......Apabila Nabi terbaca ayat yang mengandung makna bertasbih
    (kepada Allah) beliau bertasbih, dan apabila terbaca ayat yang
    mengandung do`a, maka beliau berdo`a, dan apabila terbaca ayat yang
    bermakna meminta perlindungan (kepada Allah) beliau memohon
    perlindungan".
    (HR. Muslim). Allah berfirman yang artinya:
  7. Hendaknya mendengarkan bacaan Al-Qur'an dengan baik dan diam, tidak berbicara. Allah SWT berfirman yang artinya:

    "Dan apabila Al-Qur'an dibacakan, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu men-dapat rahmat". (Al-A`raf: 204).
  8. Hendaklah selalu menjaga al-Qur'an dan tekun membacanya dan mempelajarinya (bertadarus) hingga tidak lupa. Rasulullah SAW bersabda:

    "Peliharalah Al-Qur'an baik-baik, karena demi Tuhan yang diriku
    berada di tangan-Nya, ia benar-benar lebih liar (mudah lepas) dari pada
    unta yang terikat di tali kendalinya".
    (HR. Al-Bukhari).
  9. Hendaknya tidak menyentuh Al-Qur'an kecuali dalam keadaan suci. Allah SWT telah berfirman yang artinya:

    "Tidak akan menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan". (Al-Waqi`ah: 79).
  10. Boleh bagi wanita haid dan nifas membaca al-Qur'an
    dengan tidak menyentuh mushafnya menurut salah satu pendapat ulama yang
    lebih kuat, karena tidak ada hadits shahih dari Rasulullah SAW
     yang melarang hal tersebut.
  11. Disunnatkan menyaringkan bacaan Al-Qur'an selagi tidak
    ada unsur yang negatif, seperti riya atau yang serupa dengannya, atau
    dapat mengganggu orang yang sedang shalat, atau orang lain yang juga
    membaca Al-Qur'an.
  12. Termasuk sunnah adalah berhenti membaca bila sudah ngantuk, karena Rasulullah SAW bersabda:

    "Apabila salah seorang kamu bangun di malam hari, lalu lisannya
    merasa sulit untuk membaca Al-Qur'an hingga tidak menyadari apa yang ia
    baca, maka hendaknya ia berbaring (tidur)".
    (HR. Muslim).


No comments:

Post a Comment